Home / PRESS RELEASE / AJI Desak POM AU Transparan Ungkap Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis

AJI Desak POM AU Transparan Ungkap Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis

MEDAN | Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Medan mendesak penyidik Polisi Militer (POM) Angkatan Udara Lanud Soewondo untuk transparan dalam mengungkap identitas prajurit pelaku kekerasan terhadap sejumlah jurnalis saat terjadi bentrokan di Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, beberapa waktu lalu.

Menurut keterangan Dansat POM AU Lanud Soewondo, Mayor Nicolas Sinaga, saat ini sudah ada dua prajurit TNI AU yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus bentrokan di Sari Rejo. Namun sayangnya tidak ada keterbukaan informasi siapa pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut.

“Sikap POM Lanud Soewondo yang tidak mau mengungkapkan identitas prajurit pelaku kekerasan mengindikasikan ada sesuatu yang ditutup-tutupi,” kata Ketua AJI Medan, Agoez Perdana, Rabu (19/10/2016).

Untuk itu, lanjut dia, AJI mendesak kepada penyidik POM AU untuk transparan dan membuka perkembangan kasus sejelas-jelasnya.

“Jika memang alat bukti sudah cukup, maka penyidik POM AU Lanud Soewondo harus segera mengungkapkan identitas para pelaku, agar kasusnya dapat segera diproses ke ranah peradilan militer dan pelaku dapat dihukum setimpal,” tegasnya.

Sementara itu, Tim Advokasi Pers Sumut dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Aidil Aditya mengharapkan, penyidik POM AU Lanud Soewondo untuk segera menyampaikan perkembangan penanganan kasus lima orang jurnalis yang sudah melakukan pelaporan sejak dua bulan lalu lewat Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan.

“Kasus yang menimpa Array (salah satu jurnalis korban kekerasan=red), seharusnya segera bisa disidangkan karena sudah ada dua tersangka yang ditahan. Sementara kasus yang lain, menurut penyidik POM AU, masih dalam penyelidikan,” ucap Aidil.

Untuk itu, pihaknya meminta penyidik mencurahkan perhatian yang sama untuk penyelesaian laporan jurnalis lain yang dihalang-halangi saat meliput oleh oknum TNI AU, dan pelecehan seksual serta kekerasan fisik saat meliput bentrokan Sari Rejo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *