Home / PRESS RELEASE / Dua Tersangka Penganiayaan Jurnalis di Medan Masih Berkeliaran

Dua Tersangka Penganiayaan Jurnalis di Medan Masih Berkeliaran

Dua orang tersangka dalam kasus kekerasan terhadap jurnalis saat bentrokan yang terjadi di Kelurahan Sari Rejo pada Agustus 2016 lalu masih bebas berkeliaran. Keduanya tidak ditahan meski berita acara berkas tersangka telah dilimpahkan Satuan Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU) Lanud Soewondo ke Oditur Militer, dengan nomor surat 42/XII/2016/SWO dan berkas nomor 43/XII/2016/SWO.

Tim Advokasi Pers Sumut dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Aidil Aditya SH, mengaku kecewa dengan prosedur hukum TNI AU. Sebab, kasus yang terjadi tujuh bulan yang lalu proses penyelesaiannya berjalan lambat. Bahkan, dua tersangka yang ditetapkan baru untuk perkara korban jurnalis bernama nama Array Argus, sedangkan empat korban lainnya perkembangan kasusnya tidak jelas.

“Kami melakukan konfirmasi langsung ke Kantor Oditur Militer untuk mempertanyakan perkembangan perkara dari POM AU. Berkas memang sudah dilimpahkan ke Odmil. Namun, kami sangat kecewa, sebab pihak Odmil menyatakan bahwa kedua tersangka tidak ditahan,” kata Aidil, Kamis (23/3/2017).

Tim Advokasi Pers Sumut mencium ada kejanggalan dalam proses hukum yang berlangsung karena tidak ditahannya para tersangka. Ada dugaan keberpihakan pihak tertentu yang berusaha melindungi tersangka.

Kekhawatiran pun muncul, mereka bisa menjadi ancaman atau mengintimidasi para korban dan tim advokasi. Untuk itu, Tim Advokasi Pers Sumut mendesak Odmil untuk dapat segera melakukan penahanan.

“Kami mendesak agar kedua tersangka segera ditahan dan berkas perkara segera dilimpahkan ke pengadilan militer untuk disidangkan. Ini dilakukan agar pelapor mendapatkan kepastian hukum. Tidak mungkin status mereka tersangka selamanya karena proses hukum yang tidak benar,” tambahnya.

Tim Advokasi Pers Sumut juga mendesak agar POM AU Lanud Soewondo segera memproses laporan korban lainnya. “Segera ditindaklanjuti laporan korban lainnya, jangan seolah berkasnya di-peti es-kan,” ujarnya.

Adapun dua tersangka yang berkasnya telah dilimpahkan POM AU Lanud Soewondo ke Odmil Medan yakni atas nama Kiren Singh dengan berkas No. 42/XII/2016/SWO dan Rommel P Sihombing dengan berkas No. 43/XII/2016/SWO.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Agoez Perdana, mendesak agar prajurit TNI AU yang menjadi pelaku kekerasan terhadap jurnalis dalam peristiwa bentrokan Sari Rejo segera ditahan. Hal ini seiring dengan penetapan status tersangka oleh Oditur Militer.

“AJI juga mendorong agar persidangan pelaku kekerasan terhadap jurnalis dilaksanakan secara terbuka, dan mendesak dimasukkan dakwaan pasal pidana UU Pers No. 40 Tahun 1999 kepada para tersangka,” sebut Agoez.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, terhitung sejak Februari 2017, ada tiga korban yang menerima perlindungan langsung dari LPSK. Meliputi perlindungan pemenuhan hak prosedural berupa pendampingan hak informasi kepada perlindung. Dimana, jika pelindung menjalani proses pemeriksaan, baik penyidikan dan persidangan di pengadilan akan didampingi LPSK.

“Bila ada informasi yang diterima LPSK terkait perkembangan kasus, juga akan diberi tahu kepada pelindung. LPSK memberikan bantuan psikologis bila ada trauma dari korban yang masih diperlukan untuk pemulihan,” ucapnya.

Untuk proses pemantauan perkembangan kasus, diakui Edwin bahwa LPSK secara regular akan terus melakukan komunikasi dengan TNI AU.

“Saat ini kita menunggu proses kelanjutan dari penetapan tersangka, dan proses hukum ini harapannya bisa berakhir di pengadilan. Kemudian kasus ini juga bisa memberikan efek jera kepada para pelaku,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *