Home / PRESS RELEASE / Jurnalis, Ayo Menulis Buku

Jurnalis, Ayo Menulis Buku

Writing is the painting of voice,” kata filsuf ternama asal Prancis. Ungkapan itu adalah ungkapan mendalam tentang betapa pentingnya menulis bagi seorang manusia. Dan jikalau kita kaitkan dengan kehidupan media dewasa ini, fenomena menulis terentang pada spektrum yang sangat luas dan beragam, tak terkecuali wartawan sendiri yang memegang peran sentral di media dan di masyarakat dinilai perlu menulis dalam bentuk buku khusus.

Menilik lebih dalam, kehidupan pers di Sumatera Utara tergolong dinamis dari segi jumlah media massa, baik cetak, elektronik, maupun siber. Dalam hal dinamika peristiwa, berita-berita yang tersebarkan pun sangat beragam dan tidak sedikit, mengingat kebhinekaan penduduk di provinsi ini. Namun demikian, pemikiran-pemikiran jurnalisnya tidak terekam secara sistematis yang dapat dijadikan referensi bagi banyak pihak dalam rentang waktu yang panjang dalam bentuk buku.

Misalnya, publik barangkali ingin mengetahui dan memahami bagaimana jurnalis Medan memandang dan mengkaji peristiwa kekerasan oknum TNI AU beberapa waktu silam dalam kerangka pikir personal wartawan, tanpa “terbelenggu” oleh kepentingan-kepentingan perusahaan media, tempat ia bekerja.

“Pemikiran jurnalis yang disajikan dalam bentuk tulisan opini ataupun esai bermutu, dengan mengacu dari beragam referensi, akan sangat menarik dibaca, setidaknya karakter preferensi dan independensi jurnalis dapat tergambarkan dalam wujud buku. Selain itu penerbitan buku adalah sebuah tradisi tersendiri di AJI secara nasional,” jelas Ketua AJI Medan Agoez Perdana.

Kita tahu, beberapa tulisan jurnalis terkait dunia pers hanya berakhir di media sosial, ataupun mereka kiriman ke blog atau media massa lainnya. Alangkah luar biasanya kalau beragam tulisan itu disatukan menjadi satu buku, agar secara “menyeluruh” menggambarkan pemikiran personal jurnalis tentang kedalaman pengalaman, kepekaan, pengamalan, dan pengetahuan serta kompetensi yang dimilikinya.

“AJI Medan mengajak para jurnalis se-Sumatera Utara untuk menulis dalam buku bunga rampai ‘Catatan Jurnalis Sumut’, yang direncanakan terbit pada 1 November 2017 mendatang. Diharapkan dalam tempo tiga bulan 35 tulisan sudah sampai di tangan panitia,” kata Agoez lagi.

Unduh Kerangka acuan program penerbitan buku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *