Home / PRESS RELEASE / Jurnalis Didorong Manfaatkan Open Data Untuk Liputan Investigasi

Jurnalis Didorong Manfaatkan Open Data Untuk Liputan Investigasi

Jurnalis diharapkan menerapkan jurnalisme data dalam kegiatan pemberitaannya dengan memanfaatkan berbagai data publik yang tersedia, terutama karena adanya program Open Government Partnership (OGP) yang telah diluncurkan sejak 2011 silam.

“Jurnalisme data tidak hanya jurnalisme yang menggunakan data, tapi lebih dari itu. Data driven stories menyediakan konteks, trend atau pola, dan tafsir independen atas informasi resmi untuk memahami apa yang terjadi,” kata Abdul Manan, selaku trainer dalam pemaparan materi di Workshop Data Driven Journalism yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dengan dukungan USAID Cegah, pada 3 – 5 Maret 2017 di Four Points by Sheraton Hotel, Medan.

Manan yang merupakan jurnalis Tempo dan mantan Sekjen AJI Indonesia mengatakan, saat ini banyak data publik yang tersedia di berbagai situs web pemerintah seperti portal data.go.id. Dia yakin jurnalis dapat menemukan ragam data yang akan menarik dan penting bagi publik setelah dianalisis dan disajikan dalam bentuk liputan investigasi.

Pada pelatihan ini para peserta dilatih cara mencari data, membersihkan data yang kurang relavan, dan membuat visualisasi data sehingga mudah dibaca. Para jurnalis pun diajak untuk menggunakan berbagai perangkat lunak komputer yang sering dipakai dalam proses kerja jurnalisme data.

Salah seorang peserta workshop, Dedek Hendry mengatakan, jurnalisme data bukanlah hal yang baru di Indonesia. Namun, menurutnya kebanyakan jurnalisme data yang ada masih sekadar menyampaikan data dan minim analisis.

“Kedepan tugas jurnalis bukan hanya menyampaikan data, tapi juga memproduksi pengetahuan. Ini menjadi tantangan bagi para jurnalis, dan untuk itu jurnalisme data dapat dijadikan sebagai alat,” kata jurnalis Mongabay Indonesia ini.

Selain menghadirkan pemateri dari kalangan jurnalis berpengalaman, pelatihan ini mengundang Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Medan Dr Ramlan Sitompul SpTHT-KL, dan Anggit Prasidha dari Kantor Staf Presiden.

Sementara itu, Ketua AJI Medan Agoez Perdana berharap, setelah mengikuti workshop ini peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang baru didapat, untuk mengikuti kompetisi liputan investigatif yang akan dilaksanakan pasca workshop yang diikuti jurnalis dari wilayah Pulau Sumatera ini.

“Dalam waktu dekat kami juga akan bertemu dengan Pemko Medan dan Pemprov Sumut untuk mendorong penerapan open data di seluruh jajaran instansi Pemerintahan khususnya di Sumatera Utara,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *