Home / PRESS RELEASE / Kontras Luncurkan masihingat.kontras.org

Kontras Luncurkan masihingat.kontras.org

MEDAN | Pada 20 Maret 2016 mendatang, bertepatan dengan hari jadi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) ke-18, LSM HAM itu akan meluncurkan secara resmi website masihingat.kontras.org yang ditujukan sebagai sarana bagi masyarakat untuk mengadukan berbagai kasus pelanggaraan HAM dan kekerasan lainnya. Secara khusus pula laman web itu sebagai pengingat bagi orang Indonesia tentang betapa peristiwa kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Peristiwa itu pun sebagian besar cenderung dilupakan, belum diusut tuntas, dan memiliki potensi untuk kembali berulang. Peristiwa-peristiwa ini terjadi menimpa warga sipil, masyarakat adat, orang miskin, lemah dan bukan penguasa. Hingga saat ini, hampir seluruh korban masih belum kunjung mendapatkan keadilan.

Demikian diungkapkan Tioria Pretty Stephanie, Relawan Divisi Pemantauan Impunitas Kontras dalam acara silahturahmi lembaga yang didirikan Munir itu di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Medan, Kamis (18/3) petang.

“Melalui website itu, Kontras mengajak masyarakat dan media massa agar menjadi semakin kuat dan bersemangat menghapus ketidakadilan, menjunjung kemanusiaan, sebab hal yang tidak mungkin untuk mewujudkan kesejahteraan tanpa keadilan dan perdamaian,” tegas Tioria.

Turut bersama Pretty, Arif Nur Fikri, Anggota Divisi Hak Sipil dan Politik Kontras, mengungkapkan media jarang meliput secara mendalam isu-isu kekerasan dan hak asasi manusia, berbanding isu-isu politik dan korupsi. “Kontras berharap pengelola media dan jurnalis di Indonesia, termasuk Sumatera Utara lebih peka dan memberikan ruang lebih luas terhadap liputan kasus-kasus kekerasan. Kata Arif lagi, tidak sedikit para pejabat yang ikut ambil peran dalam memperkeruh suasana, dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang justru tidak melindungi kaum minoritas. Perlu kesadaran lebih besar masyarakat soal isu-isu HAM. kasus kekerasan masih banyak yang belum terselesaikan,” tegas Arif.

Kontras, yang lahir pada 20 Maret 1998 merupakan gugus tugas yang dibentuk oleh sejumlah organisasi masyarakt sipil dan tokoh masyarakat. Gugus tugas ini semula bernama KIP-HAM yang telah terbentuk pada tahun 1996, memantau persoalan HAM, banyak mendapat pengaduan dan masukan dari masyarakat, baik masyarakat korban maupun masyarakat yang berani menyampaikan aspirasinya tentang problem HAM yang terjadi di daerah. Selanjutnya, ia berkembang menjadi organisasi yang independen dan banyak berpartisipasi dalam membongkar praktik kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia sebagai akibat dari penyalahgunaan kekuasaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *