Home / AGENDA / Pekerja Media Sumut Harus Bentuk Organisasi Serikat

Pekerja Media Sumut Harus Bentuk Organisasi Serikat

MEDAN-Ketua Serikat Pekerja Kontributor Tempo (Sepakat) Eddy Faisol mengatakan menyambut baik inisiatif Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan yang mendorong terbentuknya serikat pekerja media lintas media di Sumatera Utara, sebagai awal untuk membangun kesadaran berserikat di kalangan pekerja media, sekaligus mendorong terbentuknya serikat pekerja media di tiap perusahaan media.

Hal tersebut diungkapkan Faisol dalam diskusi publik “Refleksi Hari Buruh Sedunia”, melalui sambungan video, di d’Palazz Cafe & Boutique, Rabu (3/5). Kata Faisol, berserikat adalah wajib dan penting bagi jurnalis dalam hubungan pekerjaannya. Permasalahan yang muncul adalah kesadaran berserikat pada sebagian pekerja media masih rendah, padahal resiko pekerjaannya sangat tinggi.

Dalam momentum kebebasan pers, kata Faisol, ternyata faktor penghambatnya bukan hanya dari pihak luar, misalnya aparatur pemerintah, militer ataupun preman melainkan dari perusahaan itu sendiri. “Kebebasan jurnalis masih terbelenggu di perusahaannya tempat mereka bekerja. Pekerja media, khususnya yang hanya mengejar karir, dan terlanjur sejahtera pun justru melupakan perjuangan yang semestinya terus dia usung,” katanya.

Faisol menambahkan, serikat pekerja berfaedah untuk memperjuangkan hak-hak jurnalis sekaligus sebagai wadah untuk membangun perlindungan dan silaturahmi untuk mencapai kesejahteraannya. “Jurnalis saat ini belum menikmati upah yang layak. Pemenuhan kebutuhannya masih rendah. Jika perekonomiannya rendah, maka karya jurnalistiknya akan dipengaruhi oleh kepentingan luar. Padahal di sisi lain dia harus memenuhi kebutuhan informasi yang baik,” katanya.

Pasca reformasi, menurutnya ada lebih dari 35 serikat pekerja pers. Seiring waktu berjalan, tidak lebih dari 10 serikat pekerja pers yang masih aktif. Rendahnya kesadaran berserikat pekerja pers tidak hanya terjadi Medan tetapi terjadi secara nasional, contohnya, anggota federasi yang awalnya lebih dari 35 berkurang menjadi tak lebih dari 10 yang aktif. Hal itu, katanya disebabkan oleh ketidakseriusan pekerja media itu sendiri.

Seksi Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Medan, Effendi Situmorang mengatakan, pihaknya mencatat ada 900 unit kerja yang mana tidak ada satupun serikat yang beranggotakan dari insan pers. Padahal, menurutnya, untuk membuat serikat pekerja sangat mudah. Pembentukannya hanya memerlukan minimal 10 orang, dengan menyertakan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), memilih struktur kepengurusanya berikut syarat-syarat administrasi lainnya.

“Kalau ada lima terbentuk nanti bisa dibentuk federasi, dan harus menunjukkan sektor usahanya, agar wadah tersebut tidak digunakan untuk kepentingan lain,” ungkapnya.

Koordinator Divisi Serikat Pekerja Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Liston Damanik mengatakan, akan menggandeng organisasi jurnalis lainnya untuk mendorong terbentuknya serikat pekerja media di Sumatera Utara.

“Ada banyak masukan dan ide dari acara ini yang bisa diterapkan misalnya, pembentukan serikat pekerja lintas media. Semoga ini bisa menjadi satu cara untuk menumbuhkan kesadaran berserikat di kalangan jurnalis. Ini sekaligus untuk mendorong terbentuknya serikat pekerja media di tiap perusahaan media,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *