Home / PRESS RELEASE / Tak Penuhi Hak Mantan Karyawan, Riau Pos Grup Disomasi

Tak Penuhi Hak Mantan Karyawan, Riau Pos Grup Disomasi

MEDAN | Chairman Riau Pos Grup (RPG) Rida K Liamsi dan CEO Riau Pos Grup Makmur Kasim, disomasi  mantan karyawannya karena hingga kini belum melaksanakan kewajiban menyelesaikan hak mantan karyawan Harian Posmetro Medan. RPG sendiri adalah kelompok penerbitan media yang menjadi pemodal Harian Sumut Pos Grup di Medan dan Harian Rakyat Aceh di Banda Aceh.

Somasi diajukan secara terpisah oleh Choking Susilo Sakeh, selaku mantan Wakil GM Tabloid Medan MX/Direktur PT Posmetro Medan Pers, dan Hartono Tugiman selaku mantan Pimpinan Perusahaan TabloidMedan MX.  Surat somasi ditembuskan juga ke pimpinan Jawa Pos Dahlan Iskan, Polda Sumut, Disnaker dan Pengadilan Negeri Medan.

Choking Susilo Sakeh melalui kuasa hukumnya, Erwin SH, MH menjelaskan, kliennya telah mengajukan pensiun dari perusahaan sejak 8 April 2016 dan telah disetujui Posmetro Medan melalui surat No. 007/Dirut-PT.PMM/IV/2016 tertanggal  18 April 2016.

“Dalam surat tersebut dinyatakan, Choking berhak mendapatkan uang pensiun sebagaimana ketentuan. Namun hingga enam bulan, tidak ada realisasi dari perusahaan untuk memenuhi hak tersebut,” ujar Erwin, Jum’at (14/10/2016).

Erwin menambahkan, selain uang pensiun, gaji yang bersangkutan juga tertunggak beberapa bulan dan belum dilunasi hingga saat ini. Padahal Choking  merupakan orang pertama yang direkrut RPG, ketika membuka bisnis media di Medan pada tahun 1999.

Menurut Erwin, kliennya telah beberapa kali mempertanyakan haknya. Namun tidak pernah mendapatkan jawaban yang pasti, kapan perusahaan akan memenuhi kewajibannya.

Hal yang sama juga dialami oleh Hartono Tugiman, karyawan angkatan pertama yang direkrut oleh RPG saat membuka bisnis media di Medan. Hartono telah mengajukan pengunduran diri sebagai karyawan pada 25 Juni 2016 dan Posmetro Medan telah menyetujui melalui surat No. 013/SK/Dirut/PMM/VIII/2016 tertanggal 8 Agustus 2016.

“Hingga kini uang penghargaan serta tunggakan gaji beberapa bulan, belum dibayarkan oleh Perusahaan tanpa ada kepastian yang jelas. Saya memberi waktu tujuh hari kepada perusahaan, sebelum melakukan langkah-langkah hukum selajutnya,” tandas Hartono, yang kini berprofesi sebagai Pengacara itu.

Kedua mantan karyawan RPG divisi regional Medan tersebut terpaksa menempuh langkah ini, karena menilai tidak ada niat baik perusahaan untuk segera menyelesaikan kewajibannya sebagaimana diaturdalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Apalagi, beberapa mantan karyawan lainnya juga telah mengalami hal sama dan berencana akan melakukan langkah yang sama.

“Ini pembelajaran bagi para pemodal luar yang ingin berusaha di Medan, agar tidak bersikap semena-mena terhadap karyawannya,” tukas Choking.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Medan, Agoez Perdana, menyayangkan sikap perusahaan Riau Pos Grup yang belum melaksanakan kewajibannya menyelesaikan hak mantan karyawannya.

“Kami mendesak Riau Pos Grup untuk beritikad baik segera menyelesaikan uang pensiun dan gaji yang tertunggak, yang menjadi hak saudara Choking Susilo Sakeh dan Hartono Tugiman dalam waktu sesegera mungkin,” ujar Agoez.

Menurut dia, jika RPG tidak juga menyelesaikan hak mantan karyawannya yang sudah pensiun, maka pihaknya siap memberikan pendampingan advokasi ketenagakerjaan dan langkah hukum dengan menggulirkan kasusnya di Pengadilan Hubungan Industrial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *